Tepung ikan Red Devil 10% Tikatkatkan Presentase Karkas Ayam Broiler, Peneliti UNG Ungkap

Oleh: Yopan Latif . 5 Oktober 2026 . 16:15:29

GORONTALO – Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan bahwa tepung ikan red devil sebesar 10% dalam ransum meningkatkan persentase karkas ayam broiler. Penelitian dilakukan Maret hingga Mei 2026 dan dipublikasikan di Jambura Journal of Tropical Livestock Science edisi Juni 2026.

Tim terdiri dari Firman M. Gani, Sri Suryaningsih Djunu, Syahruddin, Syamsul Bahri, dan Srisukmawati Zainudin dari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian UNG. Persentase karkas adalah perbandingan bobot daging dan tulang yang siap dimasak dengan bobot hidup ayam.Perlakuan 10% tepung ikan red devil (P2) mencatat persentase karkas tertinggi, yakni 75,03%. Angka ini jauh di atas ayam tanpa tepung ikan (70,12%). Perlakuan 5% red devil (P1) mencapai 74,72%, tidak berbeda nyata dengan P2.

Sebaliknya, tepung ikan rucah belum menunjukkan keunggulan. Persentase karkas pada pemberian 5% rucah (P3) sebesar 68,84% dan pada 10% rucah (P4) sebesar 68,24%, lebih rendah dari ayam tanpa tepung ikan. Ikan rucah adalah hasil tangkapan sampingan nelayan yang bernilai jual rendah.Hasil pada bagian lain tidak seragam. Persentase dada (37,25–42,09%), paha (28,66–30,63%), dan punggung (18,42–20,82%) tidak berbeda nyata antarperlakuan. Persentase sayap justru menurun pada ayam yang diberi tepung ikan, dari 11,65% pada kontrol menjadi 10,46% pada P4. Menurut peneliti, nutrisi lebih banyak dimanfaatkan untuk bagian bernilai ekonomi tinggi seperti dada.

Penelitian dilakukan di kandang percobaan dan Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak UNG. Peneliti memakai rancangan acak lengkap, yaitu metode yang menempatkan perlakuan secara acak agar perbandingan adil. Ada lima perlakuan dengan empat ulangan. Setiap ulangan berisi empat ekor, sehingga totalnya 80 ayam. Tepung ikan dicampurkan pada level 5% dan 10% sejak hari pertama hingga hari ke-35. Pada umur itu, satu ekor dari tiap petak kandang dipotong untuk diukur karkasnya.Latar belakang penelitian ini adalah mahalnya harga tepung ikan komersial yang membebani peternak. Ikan red devil (Amphilophus labiatus) merupakan ikan introduksi yang bersifat invasif di perairan Indonesia dan bernilai ekonomi rendah. Menurut jurnal, kandungan proteinnya sekitar 55%.

Bagi peternak, temuan ini membuka peluang bahan pakan alternatif. Dalam penelitian ini, harga ransum dengan 10% red devil tercatat Rp7.480 per kilogram, sama dengan ransum tanpa tepung ikan. Pemanfaatan ikan red devil juga berpotensi membantu pengendalian populasinya di perairan.Peneliti menyimpulkan bahwa tepung ikan red devil 10% merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan persentase karkas, dan hasilnya lebih unggul dibanding ikan rucah. Kesimpulan ini berlaku pada kondisi penelitian tersebut. Kajian lanjutan dapat menguji pengaruhnya pada skala lebih besar dan pada aspek lain, seperti kualitas daging.

 

Agenda

24 September 2023

HARI TANI

Hari Tani Nasional 2023

1 September 2023

Dies Natalis UNG

Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60

16 - 17 Maret 2020

RAPAT KERJA 2020

Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

24 - 25 November 2018

Seminar Nasional Integrated Farming System

Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"