Mengubah Tantangan Menjadi Berkah: Strategi Jitu Pengelolaan Limbah Sapi Potong untuk Pertanian Berkelanjutan di Bone Bolango

Oleh: Yopan Latif . 29 Oktober 2026 . 13:44:15

Peningkatan populasi ternak di suatu daerah tidak jarang membawa serta masalah baru bagi lingkungan jika tidak diimbangi dengan manajemen yang tepat. Menjawab persoalan ini, tim peneliti dari Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG)—yang terdiri dari Taufik Yahya Lagona, St. Aisyah R, dan Zulham Sirajuddin—melakukan penelitian mendalam mengenai perumusan strategi pengelolaan limbah ternak sapi potong untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Studi komprehensif yang melibatkan 20 peternak sapi potong di lima kecamatan sebagai responden ini dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2025 dan resmi dipublikasikan dalam Jurnal Peternakan Lokal pada September 2026.

Potensi Besar di Balik Tantangan LingkunganKabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, khususnya di wilayah Bulango Timur, Kabila, Suwawa, Tilongkabila, dan Tapa, dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan sapi potong yang berkembang pesat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi potong di kabupaten ini melonjak hingga mencapai sekitar 49 ribu ekor pada tahun 2023.

Lonjakan populasi ini otomatis melipatgandakan volume limbah peternakan—baik berupa feses maupun urin—yang dihasilkan setiap harinya. Tanpa pengelolaan yang memadai, tumpukan limbah ini berpotensi menimbulkan pencemaran air, aroma yang menyengat, hingga risiko penyebaran penyakit.

Kendati demikian, di balik risiko pencemaran tersebut, limbah ternak menyimpan potensi ekonomi dan ekologi yang luar biasa. Jika diolah secara produktif, limbah padat dan cair ini dapat disulap menjadi pupuk organik berkualitas tinggi untuk menyuburkan tanah pertanian. Langkah ini sekaligus menjadi kunci utama dalam menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis serta mewujudkan konsep ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Pertumbuhan Agresif: Menangkap Peluang dengan Kekuatan InternalUntuk membedah kondisi di lapangan, tim peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan alat analisis SWOT, yang dijabarkan melalui matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE).

Berdasarkan hasil perhitungan matriks tersebut, diperoleh nilai koordinat X sebesar +0,526 dan koordinat Y sebesar +0,156. Posisi ini menempatkan strategi pengelolaan limbah ternak di Kabupaten Bone Bolango pada Kuadran I (Growth / Pertumbuhan Agresif). Artinya, peternak memiliki kekuatan internal yang memadai—seperti akses informasi, keterampilan dasar, serta ketersediaan bahan baku—yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk merebut peluang-peluang besar yang ada di tingkat eksternal.

Rekomendasi Strategi Prioritas (Strengths-Opportunities)Sebagai acuan bagi para pemangku kepentingan, pemerintah daerah, dan kelompok tani-ternak, penelitian ini merekomendasikan sejumlah langkah prioritas berbasis strategi SO (Strengths-Opportunities), yang meliputi:

Pengembangan Unit Pengolahan Berbasis Kelompok: Membentuk pusat pengolahan limbah secara kolektif agar efisien dan tidak membebani peternak secara individual.Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan: Mengaplikasikan teknologi pengomposan yang sederhana, murah, dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat.Peningkatan Kapasitas SDM: Menggelar pelatihan praktis dan pendampingan intensif guna meningkatkan keterampilan peternak dalam mengolah limbah.Pemberian Nilai Tambah: Mengembangkan produk pupuk organik bernilai ekonomis tinggi yang siap bersaing di pasaran.Penguatan Ekosistem Usaha: Memperkuat dukungan modal, penyediaan fasilitas infrastruktur, serta membangun kemitraan pemasaran yang berkelanjutan.Melalui sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat peternak, pengelolaan limbah berbasis zero-waste di Bone Bolango diharapkan tidak hanya menjadi solusi mengatasi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu mendongkrak pendapatan ekonomi warga serta mewujudkan kemandirian pertanian yang berkelanjutan di masa depan.

Agenda

24 September 2023

HARI TANI

Hari Tani Nasional 2023

1 September 2023

Dies Natalis UNG

Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60

16 - 17 Maret 2020

RAPAT KERJA 2020

Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

24 - 25 November 2018

Seminar Nasional Integrated Farming System

Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"