BONE BOLANGO – Penelitian yang dilakukan peneliti Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan bahwa selada yang ditanam di tanah biasa tumbuh lebih baik dibandingkan selada yang ditanam di media campuran serbuk gergaji. Pupuk organik cair dari daun gamal pun tidak terbukti meningkatkan pertumbuhan selada dalam penelitian ini.
Penelitian tersebut dilakukan oleh alumni Program Studi Agroteknologi, Muhamad Iqbal Moko, bersama dosen pembimbing Zulzain Ilahude, Moh. Ikbal Bahua, dan Fauzan Zakaria. Hasilnya dimuat dalam Jurnal JATT Volume 15 Nomor 1 edisi Juni 2026.Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2025 di Perumahan Kasiba, Desa Iloheluma, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Para peneliti menanam 81 tanaman selada varietas New Grand Rapid dalam polybag, lalu membandingkan tiga jenis media tanam, yaitu tanah saja, tanah dan serbuk gergaji 1:1, serta tanah dan serbuk gergaji 2:1. Setiap media dikombinasikan dengan tiga perlakuan pupuk organik cair daun gamal: tanpa pupuk, 100 mililiter per liter air, dan 200 mililiter per liter air. Pupuk disemprotkan setiap tujuh hari sekali.
Hasilnya, tanaman di media tanah saja tumbuh paling baik pada umur 28 hari setelah tanam. Tingginya mencapai 36,50 sentimeter, dengan 9,20 helai daun, lebar daun 10,89 sentimeter, dan berat basah 16,93 gram. Sebaliknya, media tanah dan serbuk gergaji 1:1 memberikan hasil terendah, dengan tinggi 16,68 sentimeter, 5,48 helai daun, lebar daun 4,12 sentimeter, dan berat basah 7,05 gram. Media dengan perbandingan 2:1 berada di antara keduanya, dengan berat basah 13,34 gram.
Menurut peneliti, rendahnya pertumbuhan di media serbuk gergaji diduga karena proses fermentasi yang belum sempurna. Serbuk kayu mengandung lignin yang sulit terurai dan senyawa tanin serta fenol yang dapat menghambat tanaman. Selain itu, kandungan karbon yang tinggi membuat nitrogen tidak tersedia bagi tanaman. Serbuk kayu juga menyimpan air berlebihan sehingga mengganggu pasokan udara di sekitar akar.
Adapun pupuk organik cair daun gamal tidak menunjukkan pengaruh nyata pada seluruh parameter yang diamati. Peneliti menduga kandungan hara dalam pupuk tersebut belum mencukupi kebutuhan tanaman. Tidak ditemukan pula interaksi antara jenis media tanam dan pemberian pupuk.
Penelitian ini dilatarbelakangi permintaan selada yang terus meningkat, sementara produksi dalam negeri masih rendah. Data Badan Pusat Statistik tahun 2014 mencatat impor selada mencapai 78.348 kilogram per tahun, jauh di atas ekspor yang hanya 1.414 kilogram. Penggunaan pupuk anorganik berlebihan juga dinilai merusak kesuburan tanah, sehingga alternatif yang ramah lingkungan terus dicari.
Bagi petani dan pegiat tanam di rumah, temuan ini menjadi pengingat bahwa limbah serbuk gergaji perlu difermentasi dan diolah dengan matang sebelum digunakan sebagai media tanam. Penelitian lanjutan dengan fermentasi yang lebih sempurna dan konsentrasi pupuk yang berbeda diperlukan untuk menguji potensi keduanya.
Hari Tani Nasional 2023
Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60
Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"