
GORONTALO – Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Dialog Publik bertema “Kampus Bukan Ruang Pelecehan: Melawan Budaya Diam, Menegakkan Keadilan”. Kegiatan ini berlangsung di Lobi Fakultas Pertanian (Faperta) UNG pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 15.00 WITA hingga selesai.
Dialog publik ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan lingkungan akademik yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Kegiatan terbuka bagi civitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan format yang terbuka, penyelenggara ingin isu pelecehan seksual dibicarakan secara terang-terangan, bukan lagi dibisikkan di balik pintu. Yuli Afriati senior HIMAGRI sekaligus hadir sebagai pemantik diskusi. Ia diharapkan membuka ruang pembahasan yang kritis tentang bagaimana pelecehan seksual terjadi, mengapa korban sering memilih bungkam, dan apa yang bisa dilakukan seluruh warga kampus untuk mencegahnya.

Tema yang diusung menyoroti persoalan yang kerap luput dari perhatian, yakni budaya diam (culture of silence). Selama ini, banyak kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tidak terungkap karena korban takut disalahkan, khawatir akan stigma, atau merasa tidak memiliki tempat yang aman untuk bersuara. Kondisi itu membuat pelaku merasa leluasa, sementara korban menanggung dampaknya sendirian. Melalui dialog ini, HIMAGRI ingin memutus rantai kebisuan tersebut. Kampus, sebagai ruang tumbuhnya intelektualitas dan karakter, semestinya menjadi tempat yang aman bagi setiap orang untuk belajar dan berkarya.
Penyelenggara menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan bagi seluruh warga kampus tanpa terkecuali. Rasa aman bukan kemewahan, melainkan hak dasar yang wajib dijamin oleh institusi pendidikan. Dari sisi pelaksanaan, kegiatan dibuka dengan pemaparan dan pemantik dari narasumber untuk memicu diskusi. Peserta kemudian diberi kesempatan menyampaikan pandangan, pengalaman, dan aspirasi. Ruang dialog yang terbuka ini diharapkan menumbuhkan keberanian untuk bersuara sekaligus kepedulian kolektif terhadap isu kekerasan seksual.

Lebih dari sekadar berbagi gagasan, dialog ini diarahkan untuk merumuskan langkah nyata dalam pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di kampus. Gagasan yang muncul, mulai dari penguatan mekanisme pelaporan hingga pendampingan korban, diharapkan menjadi bahan rekomendasi bagi seluruh pemangku kepentingan di lingkungan UNG. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mewujudkan kampus yang aman tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat perlu bergandengan tangan agar setiap suara korban didengar, setiap laporan ditindaklanjuti, dan setiap warga kampus dapat belajar tanpa rasa takut. Dari lobi Fakultas Pertanian, pesan itu disuarakan lantang: diam bukan lagi pilihan.
Hari Tani Nasional 2023
Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60
Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"