GORONTALO – Menyongsong agenda reakreditasi institusi pada tahun 2017 nanti, Universitas Negeri Gorontalo terus berupaya melakukan perbaikan dalam seluruh kegiatan akademik dengan menerapkan tertib administrasi akademik. Pada salah satu program tertib administrasi akademik, UNG bakal memberlakukan Drop Out (DO) system.
“Sesuai dengan perbaikan administrasi akademik, pada bulan September 2016 UNG akan mulai memberlakukan DO sistem bagi mahasiswa yang telah melewati batas akhir studi sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku,” ungkap Wakil Rektor I Prof. Dr. Mahludin Baruadi, M.P, saat memberikan arahan pada Yudisium dan Ramah Tamah Wisudawan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Kamis (7/1). Di Grand Palace Kota Gorontalo.
Dijelaskan Mahludin, mahasiswa yang belum memenuhi ketentuan SKS hingga mendekati batas waktu studi, akan secara otomatis di DO oleh Sistem Akademik Terpadu (SIAT). Sehingga proses DO mahasiswa sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku di UNG.
Diakui Mahludin, pemicu terhambatnya mahasiswa dalam menyelesaikan studi sesuai ketentuan disebabkan oleh berbagai aspek baik itu ekonomi maupun permasalahan pribadi dan lainnya. Akan tetapi permasalahan tersebut bukan menjadi alasan mahasiswa untuk tidak dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
“Untuk permasalahan ekonomi, saat ini UNG dan sejumlah instansi telah menyediakan berbagai bantuan berupa beasiswa studi dalam mempermudah mahasiswa,” terang Mahludin.
Dengan berlakunya system ini, Mahludin meminta kepada seluruh mahasiswa untuk dapat menyelesaikan seluruh rangkaian proses akademik di kampus merah maron dengan tepat waktu.
“Sistem ini diharapkan dapat semakin memacu mahasiswa untuk tidak lagi menunda-nunda waktu studi di UNG,” pungkas Mahludin. (wahid)
Hari Tani Nasional 2023
Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60
Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"