Living Lab JagungServasi Faperta UNG Selenggarakan Sekolah Lapang Konservasi Jagung di Lahan Miring

Oleh: Yopan Latif . 10 Desember 2025 . 15:09:15

Living Lab CornServasi Faperta UNG Gelar Sekolah Lapang, Ajak Petani Jagung Terapkan Konservasi di Lahan Miring, Puluhan petani jagung dan penyuluh dari Suwawa dan Bulango Timur dibekali pengetahuan sistem usahatani jagung berkelanjutan untuk cegah erosi dan longsor.Gorontalo, 10 Desember 2025 – Dalam upaya mengedukasi petani tentang pentingnya pertanian berkelanjutan di lahan dengan kemiringan tinggi, Living Lab CornServasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerjasama dengan PT Syngenta Indonesia menyelenggarakan sekolah lapang dan Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini mengangkat tema sistem usahatani konservasi jagung di lahan miring, dengan tujuan mencegah erosi dan tanah longsor yang kerap mengancam ekologi.Acara tersebut dihadiri oleh 29 petani jagung serta 12 penyuluh pertanian dari Kecamatan Suwawa dan Kecamatan Bulango Timur. Mereka secara aktif terlibat dalam diskusi dan simulasi praktik konservasi tanah yang dapat diterapkan pada pola tanam jagung.

Zulham Sirajuddin, Ph.D., Ketua Jurusan Agribisnis UNG, menekankan bahwa Living Lab dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi berbagai pihak. “Living Lab ini merupakan tempat belajar bersama, bukan hanya mahasiswa dan dosen, namun juga petani dan penyuluh pertanian lapangan. Harapannya, kita semua bisa bersama-sama berkontribusi positif terhadap kemajuan pertanian jagung di Gorontalo, tanpa melupakan kaidah konservasi,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.Kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kondisi pertanian di Provinsi Gorontalo, di mana sebagian besar petani masih mengandalkan sistem konvensional meski berladang di kemiringan. Praktik tersebut berisiko tinggi menyebabkan erosi, penurunan kesuburan tanah, hingga bencana longsor yang pada akhirnya merugikan petani sendiri.Melalui sekolah lapang ini, petani diperkenalkan pada teknik konservasi seperti penggunaan teras guludan dan tanaman penguat teras, pengelolaan limbah tongkol jagung, dan pola tanam yang ramah lingkungan. Diharapkan, dengan adopsi sistem usaha tani konservasi, petani tidak hanya menjaga kelestarian lahan, tetapi juga dapat meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.Kegiatan ini merupakan bagian komitmen UNG dalam mendukung pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan, serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, petani, dan penyuluh di lapangan. Ke depan, Living Lab Agribisnis akan terus mengembangkan program pendampingan dan diseminasi inovasi pertanian sesuai kebutuhan petani lokal.

Agenda

24 September 2023

HARI TANI

Hari Tani Nasional 2023

1 September 2023

Dies Natalis UNG

Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60

16 - 17 Maret 2020

RAPAT KERJA 2020

Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

24 - 25 November 2018

Seminar Nasional Integrated Farming System

Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"