Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo Kunjungi Living Lab Cornservasi UNG, Perkuat Sinergi Reforma Agraria Berbasis Konservasi

Oleh: Yopan Latif . 10 Juli 2026 . 15:51:50

Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menerima kunjungan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan Reforma Agraria yang berorientasi pada pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Ibu Zein Patricia Harinda, bersama Ibu Regita Cahyani Gani beserta jajaran.

Kegiatan ini bertujuan untuk berdiskusi dan berkoordinasi mengenai pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Boalemo, khususnya pada aspek penataan aset dan penataan akses sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengelolaan aset tanah pertanian jagung yang produktif, berkelanjutan, serta menerapkan prinsip-prinsip konservasi dalam menjaga kelestarian sumber daya lahan.Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung demplot Living Lab Cornservasi yang dikelola oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG. Demplot tersebut menjadi laboratorium lapangan bagi dosen dan mahasiswa dalam menerapkan sistem usahatani konservasi jagung di lahan miring. Para peserta memperoleh penjelasan mengenai teknik budidaya jagung yang ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan lahan, konservasi tanah dan air, hingga penerapan teknologi yang mampu menekan laju erosi sekaligus mempertahankan produktivitas lahan.

Living Lab Cornservasi merupakan wujud nyata integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung, sementara hasil inovasi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan sebagai solusi bagi petani dalam menghadapi tantangan budidaya jagung di wilayah berbukit yang banyak dijumpai di Provinsi Gorontalo.

Diskusi yang berlangsung juga membahas peluang kolaborasi antara Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo dan Jurusan Agribisnis UNG dalam mendukung keberhasilan Reforma Agraria. Penataan aset yang baik perlu disertai penataan akses melalui pendampingan, edukasi, dan penerapan teknologi konservasi agar masyarakat mampu mengelola lahan secara produktif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Zein Patricia Harinda menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dikembangkan di Living Lab Cornservasi. Menurutnya, peran Jurusan Agribisnis UNG sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pengelolaan aset tanah pertanian yang sesuai dengan kaidah konservasi.

Beliau berharap Jurusan Agribisnis UNG dapat terus memberikan dukungan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo dalam mendampingi masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengelolaan aset tanah yang berkelanjutan. Dengan demikian, Reforma Agraria tidak hanya memberikan kepastian terhadap kepemilikan dan pemanfaatan lahan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo, dan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan aset pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Agenda

24 September 2023

HARI TANI

Hari Tani Nasional 2023

1 September 2023

Dies Natalis UNG

Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60

16 - 17 Maret 2020

RAPAT KERJA 2020

Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

24 - 25 November 2018

Seminar Nasional Integrated Farming System

Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"