
Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi nyata dengan dunia industri. Langkah strategis ini secara resmi dikukuhkan melalui penandatanganan dokumen Implementasi Kegiatan Kerja Sama atau IA antara Dekan Fakultas Pertanian UNG, Dr. Muhammad Mukhtar, dengan Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman. Fokus utama dari kemitraan ini adalah menciptakan sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis pada budidaya agroforestry tanaman sorgum serta pemberdayaan masyarakat petani di kawasan perhutanan sosial.
Program kerja sama ini direncanakan berlangsung selama dua semester atau satu tahun ajaran penuh, mencakup periode akademik 2025/2026 hingga 2026/2027. Lokasi pelaksanaan program dipusatkan di kawasan hutan sosial Desa Totopo, Kabupaten Gorontalo. Pemilihan komoditas sorgum dalam proyek ini merupakan langkah yang sangat relevan dengan tantangan iklim saat ini. Sorgum dikenal sebagai tanaman yang memiliki daya tahan luar biasa terhadap kekeringan dan mampu tumbuh di lahan marginal, sehingga menjadikannya solusi ideal untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan di masa depan.
Dalam pembagian tanggung jawab, Fakultas Pertanian UNG melalui Pusat Studi Ketahanan Iklim dan Perhutanan Sosial mengambil peran sebagai motor penggerak teknis di lapangan. Tim akademisi yang terlibat bertugas menyusun rencana kerja yang komprehensif, menentukan jadwal pelaksanaan, hingga bertindak sebagai pelatih teknis bagi para kelompok tani. Fokus utama pendampingan ini mencakup penguatan kapasitas kelembagaan kelompok tani agar lebih mandiri, penerapan teknik penanaman sela dengan sistem agroforestry yang ramah lingkungan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menjamin keberlanjutan ekosistem hutan.
Sementara itu, PT Sorbu Agro Energi berperan sebagai mitra strategis yang menjembatani kebutuhan petani dengan standar industri. Perusahaan berkomitmen penuh untuk menyediakan sarana produksi pertanian yang berkualitas, mulai dari bibit sorgum unggul, pupuk, pestisida, hingga dukungan sarana olah tanah yang diperlukan. Poin yang paling krusial dalam perjanjian ini adalah peran perusahaan sebagai penyerap hasil panen atau off-taker. Dengan adanya jaminan harga dan pasar yang jelas dari pihak industri, para petani di Desa Totopo memiliki kepastian ekonomi yang lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan motivasi mereka dalam mengadopsi teknologi pertanian berkelanjutan.
Kerja sama ini juga menjadi wadah bagi kegiatan pendidikan dan penelitian bagi civitas akademika UNG. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam praktik agribisnis riil, sementara para dosen dapat melakukan riset terapan mengenai adaptasi tanaman sorgum di lahan kehutanan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi sesaat, tetapi juga membangun kemandirian petani lokal melalui manajemen agribisnis yang profesional dan terintegrasi. Dengan dukungan penuh dari akademisi dan sektor swasta, model pengembangan sorgum di Gorontalo ini diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan perhutanan sosial yang produktif dan lestari.
Hari Tani Nasional 2023
Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60
Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"