Kunjungan Tim Peneliti Internasional ke Living Laboratory Agribisnis FAPERTA UNG

Oleh: Yopan Latif . 14 Oktober 2025 . 15:35:12

Gorontalo, 14 Oktober 2025 — Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Wallacea Research Center menerima kunjungan istimewa dari tim peneliti LEAF Indonesia yang terdiri dari akademisi dari Sussex University, UK, dan Monash University Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung percontohan sistem usahatani konservasi jagung dan sistem agroforestry di lahan miring yang dikembangkan sebagai bagian dari Living Laboratory UNG.

Dalam kunjungan tersebut, para peneliti diajak menyusuri area demonstrasi yang menunjukkan praktik konservasi tanah dan air melalui pola tanam jagung berkelanjutan serta integrasi tanaman kehutanan dan pertanian dalam sistem agroforestry. Inisiatif ini tidak hanya menjadi model teknis, tetapi juga sarana edukasi bagi mahasiswa dan petani lokal.

Prof. Fiona Marshall dari Sussex University menyampaikan apresiasinya terhadap upaya ini. “Program ini sangat penting karena memberikan edukasi langsung kepada mahasiswa dan petani mengenai praktik konservasi yang mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan sistem pertanian adaptif terhadap perubahan iklim dan degradasi lahan, sekaligus menegaskan komitmen UNG dalam membangun pusat pembelajaran berbasis lapangan yang relevan dengan tantangan agraria masa kini.

Agenda

24 September 2023

HARI TANI

Hari Tani Nasional 2023

1 September 2023

Dies Natalis UNG

Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60

16 - 17 Maret 2020

RAPAT KERJA 2020

Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

24 - 25 November 2018

Seminar Nasional Integrated Farming System

Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"