
POHUWATO — Upaya menghadirkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pangan berbasis komoditas lokal terus dikembangkan melalui kolaborasi perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan commissioning test alat pengaduk Gomix untuk pengolahan aneka dodol dan pangan berbahan baku jagung pulut natif Gorontalo.Kegiatan commissioning test dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Rumah Produksi dan Pemasaran Aneka Olahan Dodol dan Olahan Pangan UMKM Wanita Tunas Mandiri, Desa Buntulia, Kabupaten Pohuwato.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, dan PT Pani Gold Project dalam pengembangan serta penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung peningkatan produktivitas UMKM pengolahan pangan.Commissioning test menjadi tahap penting untuk memastikan alat yang telah dikembangkan dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan produksi di lapangan. Dalam kegiatan ini, anggota UMKM Wanita Tunas Mandiri tidak hanya menyaksikan proses pengujian, tetapi turut mencoba secara langsung penggunaan alat terbaru yang dikembangkan oleh tim peneliti.Salah satu inovasi yang diuji dalam kegiatan tersebut adalah alat Gomix dengan konfigurasi tiga pisau atau tiga pengaduk. Penggunaan tiga pengaduk tersebut dirancang untuk memaksimalkan proses pencampuran dan pengadukan bahan selama produksi dodol, sehingga proses pengolahan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.Dalam kegiatan commissioning test, UMKM Wanita Tunas Mandiri juga melakukan praktik langsung pembuatan dodol dengan empat varian rasa. Proses ini sekaligus menjadi pengujian nyata terhadap kemampuan alat Gomix dalam mendukung kegiatan produksi.Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan efisiensi waktu yang signifikan. Jika sebelumnya proses produksi dodol membutuhkan waktu hingga sekitar delapan jam, dengan penggunaan alat Gomix proses tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam.Pengurangan waktu produksi tersebut menjadi salah satu keunggulan utama dari penerapan teknologi ini. Dengan waktu produksi yang lebih singkat, kapasitas produksi UMKM berpotensi meningkat sehingga pelaku usaha dapat menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu yang sama.Selain itu, penggunaan alat juga dapat mengurangi beban pekerjaan manual dalam proses pengadukan dodol yang selama ini membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar. Proses pengadukan yang lebih efektif memungkinkan anggota UMKM untuk mengalokasikan tenaga dan waktu pada tahapan produksi maupun kegiatan usaha lainnya.Kegiatan tersebut diikuti oleh para anggota UMKM Wanita Tunas Mandiri bersama tim peneliti yang dipimpin Profesor Dr. Amir Halid beserta seluruh tim yang terlibat dalam pengembangan teknologi. Kehadiran tim peneliti juga menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengujian berjalan dengan baik sekaligus memperoleh masukan langsung dari pengguna alat.Bagi UMKM, penggunaan teknologi seperti Gomix memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya ditujukan untuk mempercepat proses produksi, tetapi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk olahan pangan.Pengembangan alat ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pemanfaatan jagung pulut natif Gorontalo sebagai bahan baku produk pangan bernilai tambah. Jagung lokal tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas hasil pertanian, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kolaborasi UNG, Universitas Lambung Mangkurat, dan PT Pani Gold Project menunjukkan pentingnya sinergi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat. Perguruan tinggi berperan dalam riset dan pengembangan teknologi, sementara dunia usaha turut mendukung penerapan inovasi, dan UMKM menjadi pengguna langsung teknologi tersebut dalam aktivitas produksi.Commissioning test alat Gomix juga menjadi ruang evaluasi bagi tim peneliti untuk melihat kinerja alat dalam kondisi produksi nyata. Pengalaman dan masukan dari anggota UMKM akan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan teknologi agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.Melalui penerapan alat Gomix, proses produksi dodol yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar delapan jam kini dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua jam. Efisiensi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi teknologi tepat guna dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas UMKM.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan teknologi pengolahan pangan yang lebih efektif, efisien, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Ke depan, inovasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung UMKM sekaligus memperkuat pemanfaatan komoditas lokal Gorontalo.Dengan hadirnya alat Gomix tiga pengaduk, teknologi tepat guna tidak hanya menjadi hasil penelitian, tetapi mulai memberikan manfaat nyata di tingkat produksi. Inovasi ini diharapkan mampu membantu UMKM Wanita Tunas Mandiri meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan variasi produk, serta menciptakan nilai tambah bagi jagung pulut natif Gorontalo.Hashtag
Hari Tani Nasional 2023
Hari Lahir Universitas Negeri Gorontalo ke 60
Kegiatan Rapat Kerja "Penguatan dan Akselerasi Program Kerja Tahun 2020" Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
Tema "Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian, Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani, Peternak dan Nelayan"